Ngaji dan Berbagi Keluarga STPI  atau yang disingkat menjadi Ngabekti adalah salah satu program Qur’an Learning Center (QLC) yang di-direkturi oleh Ibu Dra. Hj. Zubaedah Nasucha, M.A. Sesuai namanya, program ini merupakan program ngaji dan berbagi yang dilaksanakan secara bergantian di rumah atau kediaman salah satu keluarga STPI BIM Yogyakarta. Pada pelaksanaannya, program ini diikuti oleh keluarga besar STPI BIM, yaitu pimpinan, dosen, karyawan, beserta keluarganya.

Foto bersama usai NGABEKTI #5

Ngabekti yang ke-lima ini dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 13 Maret 2022, di kediaman Ibu Dhiarti Tejaningrum, S.Psi., M.Pd.I. di Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Acara ini dimulai dari pukul 10.00 – 12.00 WIB. Pada acara ngaji diisi oleh Ketua STPI BIM, bapak Setyoadi Purwanto, S.Pd.,M.Pd.I.

Beliau mengangkat tema “hidup adalah seperti permainan.”           

اِنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا يُؤْتِكُمْ اُجُوْرَكُمْ وَلَا يَسْـَٔلْكُمْ اَمْوَالَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu. (Q.S Muhammad : 36)

            Banyak sekali hal yang bisa dipetik dari ayat tersebut, diantaranya yaitu permainan tidak dilakukan terus menerus. Hidup juga seperti itu, tidak ada mahkluk yang akan terus menerus hidup didunia. Dan karena hanya permainan, maka tinggal menunggu saja kapan permaianan itu akan berakhir. Harapan dari sebuah permainan yang lain yaitu sebuah kemenangan, sehingga kita juga jangan lupa menjalani hidup sebagai sebuah permainan itu hanya jalan atau cara saja untuk nantinya mendapatkan kememenangan atau kebahagiaan akhirnya atau di negeri akhirat. Selain itu, beliau menjelaskan bahwa apabila kita memainkan suatu permaianan, dan kita bisa menikmatinya, maka kita tidak akan terasa capek. Hidup juga seperti itu, jika kita bisa menikmatinya, maka akan terasa menyenangkan dan tidak akan terasa capek.

             Selain itu, beliau juga mengutip dari penelitian Jamil Azzaini, seorang motivator, dosen, penulis, dan pengusaha. Bahwa orang yang bisa menikmati hidupnya layaknya sebuah permianan makan akan mendapatkan keuntungan diantaranya 1) akan mendatangkan energi positif, 2) mendatangkan kebahagian, 3) meningkatkan kinerja otak, dan 4) orang sukses kebanyakan suka bermain-main dengan sesuatu.

            Pak Adi juga menambahkan bahwa Thomas Alfa Edison, seorang ilmuan terkenal yang memiliki banyak sekali hak paten dan temuannya masih digunakan dan dikembangkan sampai saat ini juga pernah ditanya. Berapa banyak waktu yang dia habiskan untuk bekerja setiap harinya. Dia mengatakan bahwa dia tidak menghabiskan waktunya untuk bekerja, tapi untuk bermain, sehingga berapapun waktu yang dia habiskan, dia tidak merasa capek karena hal itu menyenangkan.

            Selain itu, pak Adi juga menyampaikan pula bahwa ada 4 tipe manusia jika dilihat dari ayat yang menerangkan bahwa dunia hanyalah tempat bermain. Yaitu 1) manusia yang bergembira dengan cara ikut dalam sebuah permianan yang dimainakan. 2) manusia yang bargembira dengan melihat permainan. 3) menusia yang sudah merasa gembira dengan mendengar orang lain bercerita tentang sebuah permainan. Dan 4) manusia yang acuh dan malah bergembira dengan dunianya sendiri diluar permianan yang tengah berlangsung. (Rofi)

Similar Posts