Senin, 22 Agustus 2022 pukul 09.00 WIB, aegenap jajaran pimpinan STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta berkunjung/silaturrahmi ke Kanwil Kemenag DIY yang selanjutnya diterima dan disambut ramah oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag) Kanwil Kemenag DIY yaitu Bapak H. Mutolib, S.Ag., M.S.I., dan Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag DIY Bapak H. Abdul Su’ud, S.Ag., M.S.I.

Ketua STPI Bina insan Mulia Yogyakarta, Bapak Setyoadi Purwanto, S.Pd., M,Pd.I menyampaikan salam silaturrahmi, maksud audiensi dan memperkenalkan anggota yang hadir, diantaranya Dr. Umi Faizah, S.Ag., M.Pd., (Wakil Ketua 1), Dr. H.Fuad Arif Noor, S.Ag., M.Pd., (Wakil Ketua 2), Hj. Zubaedah Nasucha, M.A., (Direktur QLC), Ihda A’yunil Khotimah, S.Ag., M.Pd., (Kaprodi PGMI) dan Nia kurniasari, S.Pd., M.Pd (Kaprodi PIAUD). Bapak Setyoadi Purwanto juga menceritakan beberapa pengalamannya pernah menjadi pembicara, juri di acara yang dilaksanakan di Kanwil Kemenag DIY. Beliau memunculkan kembali beberapa nama Pengurus Kanwil Kenenag DIY yang pernah dikenal sehingga silaturrahmi yang pernah terjalin dulu dapat tersambung kembali.

Adapun tujuan silaturrahmi dan audiensi tersebut  diharapkan akan ada sinergi dan kolaborasi yg lebih baik ke depan secara kelembagaan, antara STPI bina Insan Mulia Yogyakarta dengan Kanwil Kemenag DIY.

Bapak H. Mutolib, S.Ag., M.S.I. selaku Kabag Kemenag DIY menyampaikan terimakasih atas kunjungan STPI di Kanwil Kemenag DIY. Awalnya Beliau belum mengenal STPI, namun kemudian disambungkannya kembali silaturrahmi yang pernah terjalin dahulu antara STPI dengan Kanwil Kemenag DIY. Bapak Mutholib juga menyampaikan siap membantu, menerima dengan tangan terbuka bila ada kerjasama antara STPI dengan Kanwil Kemenag DIY.

 Beberapa bentuk kerjasama yang bisa dijadikan pilihan antara lain penjaringan Mahasiswa Baru STPI Bina Insan Mulia yogyakarta, melalui sosialisasi PMB pada saat ada even dari Kanwil Kemenag yang melibatkan para guru RA dan MI. Beliau juga menyampaikan diterimanya kerjasama untuk kegiatan mahasiswa KKN Integratif. Bapak Mutholib menguatkan bahwa institusi Perguruan Tinggi seperti STPI, UIN, IAIN, di bawah Kemenag, akan disupport bila ada kegiatan mahasiswanya, atau guru-guru RA dan MI, karena para mahasiswa dan guru RA maupun MI merupakan bagian dari kebijakan Kemenag Pusat. Bukti kerjasama dapat dirancang dalam bentuk MoU maupun MoA, sebagai bentuk tindak lanjut audiensi. Intinya bahwa dari Kemenag siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta.

Dalam bidang PGMI, kerjasama yang bisa dilakukan adalah dengan Dikmad (Bidang Pendidikan Madrasah), dimana Dikmad membawahi guru-guru di RA dan MI.

Selanjutnya Pak Fuad menyampaikan perkembangan mahasiswa STPI Bina Insan Mulia, bahwa  STPI Bina Insan Mulia dari prodi PIAUD telah meluluskan sekitar 600 mahasiswa dan prodi PGMI telah meluluskan 29 mahasiswa. STPI menerima mahasiswa fresh graduate, mahasiswa dan mahasiswa beasiswa KIP. Ada juga beasiswa Kemenag, Dikpora (sebelum pandemi). STPI juga menerima mahasiswa non reguler untuk linearitas dari S1 yang belum linear.

Bapak Mutholib menyampaikan bahwa di bawah Kepala Bidang (Kabid) tidak ada Kasi. Jadi Kasi diganti dengan nama JFT (Jabatan Fungsional Tertentu). Untuk bidang RA, MI bisa menghubungi JFT Analisis SDM Guru dan Tenaga Kependidikan.

Bu Umi menyampaikan pertanyaan, mungkinkah ada saran untuk membuka kelas khusus guru karyawan. Karena sebagian besar mereka memilih kuliah yang membuka jalur weekend, dan perkuliahannya relatif simple tidak seberat di kampus pada umumnya. STPI juga mengambil langkah untuk membuka perkuliahan khusus Sabtu Ahad untuk kebutuhan guru.

Pak Mutholib menyampaikan bahwa untuk membuka kelas guru dan karyawan bisa dilaksanakan pada hari Jum’at siang dan Sabtu siang setelah jam kerja, supaya ada keluar izin belajar. Mahasiswa STPI sebagian besar adalah guru yg sudah mengajar, jadi kegiatan perkuliahan bisa dilaksanakan setelah dhuhur.

Bapak H. Abdul Su’ud S. Ag., M.S.I menyampaikan bahwa bila mau ada pembinaan PTK (penelitian Tindakan Kelas) dari STPI, dipersilakan. Di RA ada 2 organisasi yg menaungi. Nama yang resmi nomenklatur adalah  KKRA yang secara struktural dibawah Kemenag. Sedangkan IGRA merupakan organisasi independen ikatan guru RA bersifat non formal. Jadi ada nomenklatur  KKRA, KKMI dan KKM (untuk MTs dan MA) yang resmi di bawah Kemenag.

Bapak H. Abdul Su’ud juga menyampaikan bahwa di RA masih banyak guru RA yg blm kualifikasi pendidikannya linear sebagai Sarjana Guru RA  atau Sarjana Guru PAUD. Dari kemenag, sehingga bisa ditawarkan untuk kuliah di STPI. Alangkah terbantu bila ada beasiswa/subsidi. Kalau di MI sudah agak tersisir, karena di MI yang negeri sudah tidak ada. Begitu pula untuk guru MI juga kualifikasinya diharapkan Sarjana Guru MI.

Jadi RA dan MI masih ada kemungkinan untuk studi. Sosialisasi khusus terkait biaya, beasiswa. Ada spesifikasi, Terkait dg kegiatan, kita ada target peningkatan kualitas pendidikan di madrasah ra.mi.unsur penting ada di guru. Misal ada program dari kampus bisa diterima. Kegiatan terkait guru diserahkan di organisasi profesi guru di KKG, KKRA. Masing2 guru sdh ada iuran  Guru yg sdh punya TPG, ada iuran wajib, ada aplikasi untuk mengontrol program kegiatan dan cek pembayaran bagi guru.

 Pak Su’ud menyampaikan bisa mengadakan bentuk kerjasama PKB mandiri seperti misalnya Karya tulis ilmiah, karya inovatif dan pengembangan diri.

 Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari STPI, Brosur PMB dan berfoto bersama. [nia]

Similar Posts