PPIAUD Indonesia Wilayah Timur Kembali mengadakan kegiatan seminar nasional secara Daring. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 25 Agustus 2022 dengan mengambil tema: “Optimalisasi Kecerdasan Anak Usia Dini Melalui Seni Musik”. Sebagai pembicara utama adalah Setyoadi Purwanto, M.Pd.I, seorang praktisi bidang seni musik anak yang juga merupakan founder Sekolah Cipta Lagu Anak (SCLA) Yogyakarta. Kegiatan Webinar diikuti lebih dari dua ratus peserta mulai dari dosen, guru, mahasiswa dan kalangan orang tua. Dr. Ulfiani Rahman, M.Si sebagai koordinator penyelenggara yang merupakan Ketua PPIAUD Wilayah Timur menyatakan dilaksanakannya kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi program kerja yang telah disusun sebelumnya oleh pengurus. Mengenai tema yang diangkat dalam webinar ini, karna Ulfiani memandang bahwa diskusi tentang pengembangan kecerdasan jamak bagi AUD sangat urgen tidak hanya bagi keluarga, sekolah, masyarakat tapi juga negara bangsa Indonesia. Sebagai pegiat Pendidikan AUD, kita memandang begitu signifikan menyiapkan peradaban Indonesia masa akan datang, yang dimulai dari menyiapkan anak-anak Indonesia sejak meraka di usia dini. Satu diantara jalan untuk pengembangan potensi tersebut adalah melalui kegiatan seni musik. Pendapat pakar dan hasil riset menunjukkan bahwa dengan musik,  banyak potensi anak dapat dikembangkan mulai dari kognitif, social-emosional, moral-spiritual, rasa dan masih banyak lagi.

Sementara itu Nur Hamzah, M.Pd Ketua Umum PPIAUD Indonesia saat membuka Webinar, menyambut antusias dan menyampaikan apresiasi kepada pengurus wilayah Timur atas kegiatan yang diselenggarakan. Ini menjadi bukti bahwa PPIUAD selalu berkomitmen untuk hadir tidak hanya kepada para anggotanya tetapi juga khalayak Indonesia, para guru dan orang tua. Seminar serri pengembangan AUD seperti ini harus selalu diadakan agar semua orang mengerti, betapa anak usia dini harus menjadi pusat perhatian untuk sering dibincangkan dan didiskusikan. Mendidik anak tidak bisa main-main. Guru, orang tua dan masyarakat harus punya kapital pengetahuan juga wawasan, supaya kegiatan mengasuh tidak menjadi sebuah perilaku mal praktek. Melakukan kegiatan seni bermusik adalah satu diantara banyak kegiatan agar anak berkembang secara optimal.

Setyoadi Purwanto, M.Pd.I,  atau yang biasa dikenal dengan Kak Adi Kitana dalam pemaparannya dihadapan peserta seminar daring menyampaikan banyak hal, satu diantaranya adalah filosofi music bagi kehidupan manusia. Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari music, melalui musik, manusia dapat melukiskan perasaannya, menyampaikan pesan positif bagi para pendengarnya dan mengajak pada apa yang diinginkan oleh penciptanya. Bagi anak usia dini, music dapat membantu perkembangan skill baik dimensi fisik-motorik, kreativitas ataupun skill seni itu sendiri. Selain itu seni juga dapat mendorong kemampuan kognitif anak agar lebih cerdas, mampu menguasai perbendaharaan kosakata lebih banyak dan yang terpenting lagi adalah dapat mengasah dimensi moral dan spiritual mereka. Kelembutan dan harmoni yang terdalam dalam alunan music baik secara sadar atau tidak, juga ikut mendorong kepekaan emosi yang dipunyai oleh anak. Ia akan masuk kedalam alam bawah sadar anak. Menurut Kak Adi Kitana yang juga Ketua STPI Yogyakarta ini, tidak perlu sungkan, minder ataupun merasa tidak memiliki bakat seni,untuk dapat melakukan kegiatan seni. Tidak perlu harus menjadi seorang professional dulu baru mau mengajarkan anak melalui seni. Cukup amati, tiru dan modifikasi lagu yang telah ada, anda bisa menemani anak dengan lagu atau musik. Yang harus anda mengerti adalah bahwa anak sangat menyukai lagu dan music dan oleh sebab itu anda harus melakukannya untuk anak anda tersebut. (Nurhamzah)

Suasana Webinar Nasional

Artikel ini sudah terbit di website Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini dengan judul WEBINAR NASIONAL PPIUAD: Optimasi Kecerdasan AUD Melalui Seni Musik. Untuk lebih detail silahkan kunjungi link berikut: https://piaud.org/post/webinar-nasional-ppiuad-optimalisasi-kecerdasan-aud-melalui-seni-musik-33

Similar Posts