STPI BIM

Berikan Kontribusi Terbaik

Islami, Militansi, Penguat Jiwa, Profesional

Bermodal ikhlas, selanjutnya kita siap berkarya, menjalankan peran kita masing-masing. Ibarat sebuah tim sepak bola, setiap pemain memiliki posisi dan peran yang mesti dilakukan. Ada kiper, yang bertugas untuk menjaga gawang dari serangan lawan. Ada pemain bertahan, yang bertugas untuk menjaga pertahanan dan mencegah lawan mencetak gol. Ada pemain tengah, yang bertugas untuk menguasai bola dan mengatur serangan. Ada pemain depan, yang bertugas untuk mencetak gol.

Dalam lingkungan sekolah, ada yang ditugaskan sebagai kepala, wakil kepala, guru, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung lainnya. Dengan totalitas keikhlasan, saatnya masing-masing melaksanakan peran dan tugasnya dengan baik. Setiap orang dalam posisinya masing-masing berkarya dan berkontribusi dalam batas semaksimal yang bisa diupayakan.

Karya dan kontribusi adalah kunci eksistensi diri setelah iman. Rasulullah bersabda:

خصلتان لا شيء أفضل منهما الإيمان بالله والنفع بالمسلمين

Artinya, “Dua hal di mana tidak ada yang lebih utama dari keduanya, yaitu beriman kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama muslim,” (Maqalah 1, Nashaihul Ibad).

Dalam sabda yang lain, Rasulullah bersabda:

خير الناس أنفعهم للناس

Manusia terbaik adalah orang yang paling banyak manfaat, karya dan kontribusinya untuk orang lain” (HR. Thabrani).

Ukuran kualitas diri adalah kontribusi. Setiap diri mesti bertanya kepada diri sendiri, kontribusi terbaik apa yang bisa kita lakukan, baik di sekolah, keluarga dan masyarakat. Setiap pagi, hendaknya kita bertanya, “Karya terbaik apa yang akan kita lakukan hari ini, siapa yang bisa kita bantu hari ini, siapa yang urusannya bisa kita ringankan hari ini, siapa yang masalahnya bisa kita selesaikan hari ini. Orang yang setiap pagi selalu punya niat untuk melakukan kebaikan untuk orang lain, mendapat pahala kebaikan bahkan sebelum kebaikan itu dia lakukan. Rasulullah bersabda:

ومن أصبح ينوى نصرة المظلوم وقضاء حاجة المسلم كانت له كأجر حجة مبرورة

Artinya, “Barang siapa yang di pagi hari berniat menolong orang terzalimi dan memenuhi kebutuhan seorang muslim, ia beroleh pahala sebesar pahala haji mabrur,” (Nashaihul Ibad: Maqalah 1).

Karya itulah yang akan membuat hidup kita punya nilai. Bukan sekedar hidup, sekedar ada, sekedar hadir, sekedar melengkapi kehidupan. Tapi betul-betul berperan, menghadirkan solusi, menggagas ide-ide baru, melakukan terobosan dan karya-karya lainnya. Lisan, kedudukan, harta, kekuatan badan, dan semua yang kita miliki menjadi aset dan sarana memberikan kebaikan.

Orang-orang semacam ini, hadirnya selalu ditunggu dengan penuh kerinduan karena membawa banyak kebaikan dan memberikan kemanfaatan. Jika dia tidak ada, orang akan mencari. Seolah keberadaan dirinya itu wajib adanya. Jika dia hadir, orang-orang di sekelilingnya akan senang dan bahagia.

Pada saatnya, dia akan dikenang baik di tempat manapun dia pernah berlabuh. Di setiap tempat, dia meninggalkan karya-karya kebaikan sebagai monumen khidmatnya yang terus akan mengalirkan pahala. Semakin banyak karya-karya itu maka namanya akan dikenang sepanjang zaman, didoakan banyak orang, dijadikan teladan, seperti para nabi dan orang-orang soleh.

Itulah diantara doa Nabi Ibrahim AS:

وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ

Artinya: dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian (Q.S. Asy-Syu’ara’: 84)

Semoga kita semua, keluarga besar SPA Indonesia, Allah jadikan orang-orang yang selalu memberikan manfaat dan karya-karya kebaikan. Kapan pun, di manapun. Kita berlindung kepada Allah, jangan sampai kita menjadi orang yang hadirnya menyusahkan orang lain karena keburukan dan kezaliman yang kita lakukan.

Yang perlu diingat, agar kita bisa memberikan kontribusi, kita harus punya kompetensi. Ada ungkapan:

فاقد الشّيءِ لا يُعطيه

Artinya: Orang yang tidak memiliki tidak akan bisa memberi.

Tanpa kompetensi, kontribusi itu hanyalah mimpi. Untuk menolong orang lain butuh kekuatan. Orang yang lemah tidak bisa menolong orang lain, bahkan mungkin dia perlu untuk ditolong. Bukankah untuk menolong yang tenggelam, Anda harus pandai berenang?  Bukankah untuk memapah orang yang lemah, Anda harus kuat untuk menopang? “Tangan di atas” hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki sesuatu untuk diberikan kepada orang lain.

Maka pertanyaan selanjutnya; kompetensi apa yang Anda miliki? Anda bisa melakukan apa? Anda ahli dalam bidang apa? Ini yang harus kita jawab. Paling tidak, jika kemampuan dan kompetensi itu belum optimal, kita siap untuk belajar dengan cepat. Jangan sampai, kompetensi kita lemah tapi tidak bersedia untuk belajar.

Kalau sebuah lembaga diisi oleh orang-orang yang tidak kompeten dan tidak kontributif, maka kiamat segera datang. Bersiaplah untuk hancur, runtuh dan dilupakan. Inilah yang diingatkan Rasulullah:

إذَا وُسِّدَ الأمْرُ إلى غيرِ أهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.

Jika satu urusan diserahkan dan dilaksanakan oleh orang yang tidak kompeten, maka tunggulah kiamat itu datang.” (HR Bukhari).

Sebab itu, seluruh keluarga besar SPA Indonesia dan khususnya lembaga pendidikan Islam (LPI) Salsabila, jadilah orang-orang yang selalu memberikan kontribusi kemanfaatan. Jadilah pribadi-pribadi pembelajar yang haus untuk menimba ilmu dan menambah keterampilan. Teruslah memperdalam keahlian sehingga menjadi expert di bidangnya. Setelah itu, deklarasikan bahwa seluruh asset hidup yang kita miliki, kita peruntukkan untuk kemanfaatan dan kebaikan. 

Jika suatu saat ada yang bertanya, siapakah kepala sekolah terbaik? Jawabnya adalah kepala sekolah Salsabila. Siapakah guru terbaik? Jawab ini adalah guru Salsabila. Siapakah tenaga administrasi terbaik? Semua bisa ditemukan di Salsabila.

Selanjutnya, tekun dan istiqamahlah dalam iman dan kebaikan. Maka Allah akan mendatangkan kebahagiaan, dibebaskan dari rasa takut dan sedih. Masa lalu kita pandang dengan senyuman. Masa kini kita hadapi dengan keridhoan. Masa depan kita sambut dengan penuh pengharapan. Sukses dunia sukses akhirat. InsyaAllah.

Tags :
Islami, Militansi, Penguat Jiwa, Profesional
Share This :

Recent Posts

Have Any Question?

Informasi lebih lanjut mengenai STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta bisa melalui media berikut: