SYAWALAN CIVITAS ACADEMICA STPI BINA INSAN MULIA YOGYAKARTAMomentum Rekoneksi dan Transformasi Menuju Kualitas Fitri

Yogyakarta, 9 April 2026, STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta menyelenggarakan Syawalan Civitas Academica pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Aula RUA Zainal Fanani, Kampus STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh civitas academica, meliputi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni.

Syawalan tahun ini mengangkat tema _”Syawal sebagai Momentum Rekoneksi dan Transformasi”_ Tema ini menegaskan bahwa Syawal bukan sekadar tradisi silaturahmi, melainkan momentum refleksi, rekonstruksi, dan transformasi secara personal maupun institusional.
Acara Syawalan menghadirkan narasumber Dr. Muqowwim, S.Ag., M.Ag., yang menjabat sebagai Ketua Senat Akademik STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sekaligus Founder Rumah Kearifan. Beliau menyampaikan materi yang inspiratif dan mendalam seputar makna Syawal sebagai ruang transformasi diri dan institusi.
Dr. Muqowwim menegaskan bahwa esensi Ramadhan adalah IMSAK (self-control) — sebuah “diklat intensif 720 jam” untuk melatih pengendalian pikiran, emosi, dan tindakan. Ramadhan sejatinya adalah habituasi self-control yang membebaskan diri dari lima tantangan utama manusia: Egois, Anger (kemarahan), Arrogance (kesombongan), Attachment (ketergantungan), dan Lust (hawa nafsu)

Buah dari latihan panjang Ramadhan adalah lahirnya Kualitas Fitri, yang dibangun atas lima pilar utama:

1. PEACE — menciptakan Harmoni
Kualitas peace melahirkan keteduhan (calmness), kerukunan (concord), keramahan (friendliness), ketenteraman (serenity), dan ketenangan (tranquility) dalam relasi sosial.

2. LOVE — menghasilkan Kebersamaan
Kualitas lovediwujudkan melalui semangat memberi (giving), memaafkan (forgiving), melayani (serving), mendukung (supporting), dan melestarikan (sustaining) hubungan antarmanusia.

3. HAPPY — melahirkan Iklim Positif
Kebahagiaan sejati tumbuh dari emosi positif (positive emotion), keterlibatan (engagement), keterhubungan (relationship), kebermaknaaan (meaning), dan pencapaian (achievement).

4. POWER — melahirkan Sinergi
Kekuatan kolektif dibangun melalui proaktivitas (proactivity), kedisiplinan (discipline), tanggung jawab (responsibility), kolaborasi (collaboration), dan pengambilan keputusan (decision) yang tepat.

5. PURE — melahirkan Kepercayaan
Kemurnian diri tercermin dalam ketulusan (sincerity), otentisitas (authenticity), kepercayaan (trust), kejujuran (integrity), dan keikhlasan (wholehearted)

Sebagai penutup, Dr. Muqowwim memperkenalkan kerangka Teori Perubahan melalui pendekatan Design for Change dengan formula F-I-D-S (Feel, Imagine, Do, Share). Transformasi — baik personal maupun institusional — hanya dapat terwujud apabila dimulai dari perubahan paradigma, dilanjutkan dengan kebijakan (policy), program, sumber daya manusia (personnel), hingga praktik nyata di lapangan.

Syawalan Civitas Academica STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta tahun 2026 menjadi momentum yang bermakna. Seluruh civitas academica diajak untuk tidak berhenti pada euforia Lebaran, melainkan melangkah lebih jauh — merekoneksi hubungan antarmanusia dan mentransformasi diri serta institusi menuju kualitas yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai fitri yang universal.



Yogyakarta, 9 April 2026
Humas STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

— > Nia: # PERS RELEASE


kontak

STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Jl. Jembatan Merah 116-K Prayan Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta

Bagikan:

[addtoany]

Related Post